Strategi Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Tanah Laut

Development Strategy of Buffalo In Tanah Laut Regency

  • Fuzi Maulana Ash'ari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Luthfi Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru
  • M. Husaini Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru
Keywords: Development, buffalo, Analytical Hierarchy Process (AHP)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas strategi pengembangan ternak kerbau di kabupaten Tanah Laut dengan menggunakan metode Analtycal Hierarchy Process (AHP), Berdasarkan analisis menggunakan AHP didapatkan hasil berdasarkan urutan prioritas tertinggi adalah   Pengimplementasian regulasi pemasaran dan pemotongan ternak kerbau produktif dengan nilai 0,203. (2). Memberikan perangsang produksi bagi peternak dengan nilai 0,154. (3). Perlindungan dan pembukaan lahan baru penggembalaan ternak dengan nilai 0,125. (4). Meningkatkan teknologi pengolahan pakan dengan nilai 0,119.  (5). Meningkatkan kegiatan pemeriksaan/ pelayanan kesehatan  dan reproduksi ternak dengan nilai 0,115. (6). Optimalisasi  teknologi IB dan intensifikasi perkawinan alam dengan nilai 0,109. (7).  Meningkatkan pengetahuan dan kelembagaan peternak dalam manajemen usaha peternakan  dengan nilai 0,089. (8).  Optimalisasi potensi agrowisata sebagai salah satu daya saing daerah dengan nilai 0,086.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hamdan, A., & Rohaeni, E. (2007). Potensi Dan Peluang Pengembangan Ternak. 1990, 77–82.

Ihsan, M. N., Nugroho, H., Produksi, B., Fakultas, T., & Ub, P. (2013). Aspek Kinerja Reproduksi dan Ukuran Tubuh di Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang. Ternak Tropika, 14(1), 21–28.

Kementrian Pertanian. (2016). Petunjuk Teknis Pengumpulan dan Penyajian Data Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan (Vol. 4, Issue 1).

Luthfi. (2006). Dinamika Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. Pustaka Banua. Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Mayulu, H., & Sutrisno, C. I. (2016). Kebijakan Pengembangan Peternakan Sapi Potong di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 29(1), 124352. https://doi.org/10.21082/jp3.v29n1.2010.p%p

Permadi, B. (1992). Analitical Hierarchy Proses (AHP). Pusat Antar Universitas, Studi Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Rakhman. A. Gazali., 2009. Kajian Investasi Usaha Ternak Kerbau Rawa (Kerbau Kalang) di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tesis Program Magister Ekonomi Pertanian Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

Republik Indonesia, (2016). Peraturan Pemerintah No. 95 Tahun 2012 tentang kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan. Sekretariat Negara, Jakarta.

Rizal, M. (2016). Optimalisasi Penerapan Teknologi Inseminasi Buatan pada Peternakan Rakyat. Pidato Pengukuhan Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat.

Sarpitono. (2013). Strategi Pengembangan Sistem Agribisnis Peternakan Sapi Perah di Provinsi Bengkulu [Fakultas Pertanian UNIB]. http://repository.unib.ac.id/1186/

Soekardono. (2009). Ekonomi Agribisnis Peternakan – Teori dan Aplikasinya. Akademika Pressindo.

CROSSMARK
Published
2020-12-30
DIMENSIONS
How to Cite
Ash’ari, F., Luthfi, L., & Husaini, M. (2020). Strategi Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Tanah Laut. Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai, 10(2), 107-116. https://doi.org/10.36589/rs.v10i2.139