Aplikasi Abu Sekam Padi dan Pupuk Hayati Terhadap Kesuburan Lahan Suboptimal dan Tanaman Padi

  • sri Andayani Agroteknologi Universitas Panca Bhakti
  • Edi Syahril Hayat Agroteknologi Universitas Panca Bhakti
  • Rita Hayati Universitas Tanjungpura Pontianak
Keywords: Lahan suboptimal basah; abu sekam padi; Trichoderma sp.

Abstract

Lahan di Indonesia cukup luas,  sekitar 157,2 juta ha merupakan lahan suboptimal dari luas daratan 189,1 juta ha. Namun lahan ini memiliki produktivitas yang rendah karena keterbatasan kesuburan tanah yaitu : rendahnya pH tanah, hara N,P dan K, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), serta tingginya kadar Al, Fe, Mn. Alternatif penggunaan abu sekam padi dan pupuk hayati merupakan solusi terbaik untuk meningkatkan kesuburan tanah suboptimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknologi dalam meningkatkan produktivitas tanah suboptimal basah dan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat dari bulan Maret-September 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 perlakuan. Perlakuan pertama : abu sekam padi (kode a), a1= 0,75 kg/petak, a2= 1,5 kg/petak, a3= 2,25kg/petak. Perlakuan kedua : pupuk hayati Trichoderma sp (kode t), t1=10 ml/liter, t2=20 ml/liter, t3=30 ml/liter, masing-masing perlakuan diulang 3 kali.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi abu sekam padi sebanyak 1,5 kg/petak (15 ton/ha)  dan pupuk hayati Trichoderma sp sebanyak 30 ml/liter (perlakuan a2t3) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman padi. Sementara variable pH tanah, unsur hara N, P, K, dan jumlah klorofil memberikan pengaruh yang tidak nyata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dwidjoseputro, D.1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Cetakan Keenam. PT Gramedia. Jakarta.

Ermadani, A. Muzar dan I. Ahmad. 2011. Pengaruh residu kompos tandan kosong buah kelapa sawit terhadap beberapa sifat kimia ultisol dan hasil kedelai. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains, 13(2): 11-18.

Haryono 2013., Strategi Kebijakan Kementerian Pertanian dalam Optimalisasi Lahan Suboptimal Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal, Palembang.

Hayat, E.S dan S. Andayani, 2014., Pengelolaan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Aplikasi Biomassa Chromolaena odorata terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi serta Sifat Tanah Sulfaquent, Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah, Volume 17, No. 2, Desember 2014, PTLR BATAN.

Kusuma, A.H., I. Munifatul dan E. Saptiningsih. 2013. Pengaruh penambahan arang dan abu sekam dengan proporsi yang berbeda terhadap permeabilitas dan porositas tanah liat serta pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 21(1): 1-9.

Masulili, A. Suryantini, A.Tutik PI., 2014., Pemanfaatan Biochar untuk Memperbaiki Beberapa Sifat Tanah Sulfat Masam Sungai Kakap, Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Masulili, A, 2015., Pengelolaan lahan Sulfat Masam untuk Pengembangan Pertanian, Jurnal Agrosain Vol 12, nomor 2.

Nurhayati, Razali dan Zuraidah, 2014. Peran berbagai jenis bahan pembenah tanah terhadap status hara P dan perkembangan akar kedelai pada tanah gambut asal Sumatera Utara. Jurnal Floratek, 1(9): 29-38.

Patti, P.S. Kaya, E dan Silahooy, C.H. 2013. Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya Dengan Serapan N Oleh Tanaman Padi Sawah Di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Agrologia, Vol. 2, No. 1, 2013, Hal. 51-58.

Prijono, S. dan S. Iyas. 2000. Analisis Pemberian Limbah Pertanian Abu Sekam Sebagai Sumber Silikat Pada Andisol Dan Oxisol Terhadap Pelepasan Fosfor Terjerap Dengan Teknik Perunut. Skripsi. Universitas Brawijaya.

Rauf A.W, Syamsuddin, T dan Sihombing, S.R. 2010. Peranan Pupuk NPK Pada Tanaman Padi. Departemen Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan. Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat Irian Jaya.
Riyani, R., Radiyan., S. Budi. 2012. Pengaruh Berbagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi di Lahan Pasang Surut. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Salisbury F.B. dan Ross.C.W.1992. Fisiologi Tumbuhan. Jilid I. Cetakan Keempat. Penerbit ITB, Bandung. (Diterjemahkan oleh : L. Sumaryono 1995).

Salsi, I. 2011. Karakterisasi gambut dengan berbagai bahan amelioran dan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimia guna mendukung produktivitas lahan gambut. Jurnal Agrovigor, 1(4): 42-50.
Suryanti, T. , Martoedjo, A.H. Tjokrosoedarmono, dan E. Sulistyaningsih, 2003. Pengendalian Penyakit akar Merah Anggur pada Teh dengan Trichoderma sp. Prosiding Kongres Nasional XVII dan Seminar Nasional FPI, Bandung.

Wiku Bakti, B. Adisasmito, S. Aspendira , 2016. Komposisi Pupuk Hayati Padat yang mengandung kotoran sapi, decomposer, kascing, mikoriza, dan trichoderma serta metode pembuatannya (Nomor Paten : 44570, No. Pengumuman : 2016/02991).
CROSSMARK
Published
2021-06-23
DIMENSIONS
How to Cite
Andayani, sri, Syahril Hayat, E., & Hayati, R. (2021). Aplikasi Abu Sekam Padi dan Pupuk Hayati Terhadap Kesuburan Lahan Suboptimal dan Tanaman Padi. Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai, 11(1), 1-10. https://doi.org/10.36589/rs.v11i1.165